By Shaykh Hisham Al-Kabbani
Audhu billahi min ash-Shaytan ir-rajeem. Bismillah ir-rahman ir-raheem.
Dastoor ya sayyidi madad. Nawaytul arba`een, nawaytul ëitikaf, nawaytulkhalwa, nawaytul `uzla, nawatul riyaada, nawaytus suluk, fee hadhal masjidlillahi ta`ala al-`adheem.
Al-hal adalah kondisi ruhaniah seseorang, yang menentukan sampai kelevel mana dia akan diangkat dan bagaimana dia mengalami (menangani ?)inspirasi melalui jantungnya. Sebagian besar, hal adalah hasil olah amalnya.
Al-feyd adalah pancaran (emanasi) luar (nampak) atau pancaran cahaya langit (surgawi) yang dikirim langsung oleh Allah Ι, yang turun kepada seseorang itu tanpa upaya atau interferensi nya. Keduanya menimbulkan rasa beda (tersendiri) dalam diri pribadi tadi. Grandshaykh AbdAllah R mengatakan karakteristik yang bermacam ini datang kepada seseorang dari tujuh mata air yang berbeda, masing-masingnya mengalir dari sumber yang khas (unik). Kondisi (level) yang beragam yang dialami seseorang dipengaruhi oleh jenis khusus malaikatyang ditugasi Allah untuk membantu mereka berproses dari level (tataran)ruhaniah satu ke level berikutnya. Tataran (level) mata air surgawi pertama diantara tujuh mata air itudiselenggarakan oleh malaikat yang khusus diciptakan dan ditugaskan Allah untuk mengilhami (memberi inspirasi) tindakan para abdi Nya. Para malaikat ini mengirimkan pikiran, ilham (inspirasi) dan kuasa, yangkesemuanya itu merubah seseorang yang secara visual nampak. Para malaikat ini sesungguhnya memberi petunjuk (arahan) kepadanya melaluiinspirasi. Dia mengalami keadaan (rasa) pemekaran bahagia dan melayang,atau keadaan (rasa) sesak (karena) gangguan (distraksi) dan ketidak-bahagiaan.
Seseorang pada tataran (maqam) ini, kalau tidak dalam keadaan (merasa)lega (mekar), ya dalam keadaan (merasa) sempit. Itu semua tergantungbagaimana jantung (hati?)nya mengolah inspirasi yang menggerakkannyamelalui keadaan (rasa) yang berbeda itu, kalau dia tidak tertawa, ya diamenangis, atau dalam keadaan bingung. Juga, bagaimana jantungnya mengolah inspirasi ini tergantung amal nya. Jika dia melakukan kesalahan dia mungkin menangis dan merasa kapok(tobat). Jika dia melakukan kebaikan dia mungkin merasa bahagia atau sukacita (ridho) bahwa Allah ridho kepada nya. Jika dia bersikap baik dalam semua situasi (keadaan rasa), mashaAllah,melakukan dhikr, sukacita, menerima tajalli Allah, dia akan berada dalam keadaan melayang-layang (ecstasy), tersenyum, atau menangis karenacintanya kepada Allah atau karena takutnya kepada Nya. Kesemua ragam rasa (situasi batin) ini diilhami oleh malaikat tadi itu, dandisebut sebagai hal: situasi batin yang dialami oleh abdi Allah. Segala sesuatu di dunia ini dijaga dan diawasi oleh malaikat yang kepada merekaitu Allah menugaskan kewajiban dan tanggung jawab khusus.Mata air kedua yang mencapai abdi Allah dilaksanakan oleh jenis malaikatyang lain lagi, yang membuatnya menyadari apa saja yang telah dicapainya,agar supaya maju ke level ruhaniah yang lebih tinggi. Inilah (sebabnya)mengapa kadang-kadang seseorang mendapati diri mereka dalam keadaanburuk, yang mereka sangat sesali, dan sekonyong-kongyong keadaan itumenuju kepada keadaan yang kita sebut faraj, sebuah bukaan (kesempatan)positive untuk mereka dalam kehidupan mereka, yang membawa merekakepada kebahagiaan. Jenis manusia yang menjadi diri kita didasarkan (bergantung) kepada `amalkita, yang baik dan buruk, kepada posisi baik dan buruk yang kita ambildalam hidup ini, dan pengaruh baik dan buruk yang kita miliki di sekitarkita. Ini adalah dasar bagi ilmu psychology (`amal al-nafs), yangmengungkapkan psychology dan kepribadian seseorang. Tetapi, ilmu(pelajaran) seperti itu tidak dapat menentukan level ruhaniah seseorang. \Sementara level pertama dan kedua diselenggarakan kepada masing-masingorang oleh malaikat, mata air ketiga berbeda. Pada Hari Perjanjian, ketikasemua hanyalah atom di Hadhirat Ilahi, ketika Allah menciptakan jati-diri mu, rahasia mu, dhat mu, Dia juga menetapkan kamu dalam asuhanMurshid mu, yang membimbing kamu melalui tataran jiwa (internal states)mu kepada peran yang ditakdirkan bagimu dalam hidup ini, dan dalamcara-cara untuk meningkatkan dirimu. Murshid ini tahu ilham (inspirasi) apa yang dibawa para malaikat ke dalamjantung mu, membimbingmu kepada hasil yang terbaik, dan menyingkirknkebimbanganmu. Ketika feyd itu turun kepadamu, Murshid ini menyalurkanitu melalui suatu cara yang akan mengangkat dirimu kepada level ruhaniahyang lebih tinggi. Jadi, untuk kepentingan murid, Murshid (guru) itu menyeimbangkan hal dan feyd,kondisi di dalam (ruhaniah) bersama-sama dengan kucuran (emanasi) langit(surgawi). Meskipun terdapat ratusan Murshid at-Tabarruk, Murshid at-Tazkiyyah, dan Murshid at-Tasfiyya, dalam setiap abad terdapat hanya satu(seorang) Murshid at-Tarbiyya: seseorang yang membawa Bendera Irshad(petunjuk). Dia adalah sumber, mata air yang mengalir dari jantung (nya) ilmu. Diamenerima petunjuk langsung dari Nabi {s.a.w.} dan menyalurkannyakepada semua Awliya lainnya. Sementara terdapat 124,000 Awliya yangberbeda-beda pada setiap saat, hanya ada satu pewaris Nabi {Σ}. Diamemiliki kemampuan dan izin untuk mengangkat Awliya, dan (padagilirannya) mereka ini dapat mengangkat kita semua. Ketika Murshid at-Tarbiyya meninggalkan dunya ini, dia menyerahkanwarisan yang diterimanya dari Nabi {Σ} kepada wali lainnya. Dengan caraini, pada setiap saat hanya ada seorang Murshid at-Tarbiyya di dunia ini.Allah meberikan izin kepada Nabi - dan dari Nabi kepada Murshid itu ñuntuk memiliki kontak dengan semua the Awliya, bahkan yang telah beradadalam hayyat al-Barzakh.Untuk mengambil manfaíat dari para Awliya (dalam hayyat al-Barzakh),Murshid at-Tarbiyya itu meng-identifikasi kekuatan dan hal khas apa sajayang mereka miliki masing-masing, yang diambilnya dari mereka danmenyalurkannya kepada Murshid at-Tabarruk, Murshid at-Tazkiyyah,Murshid at-Tasfiyya, dan kepada para pengikutnya. Namun, hanya mereka yang telah mencapai tahap (level) murid dalamtariqat Naqshbandi, yang mencapai level tertinggi dari bimbingan dan yangadalah pencari pada jalan itu, dapat menuai keuntungan dari AwliyaBarzakh, dan bahkan itupun, hanya melalui Murshid nya. Untuk betul-betul berkomunikasi dengan dan menyerap manfaíat dari ruhdalam qubur, seseorang harus telah menguasai ego nya, dan sasaran satu-satunya haruslah Hadhirat Ilahi. Orang khusus ini berada dibawahbimbingan Murshid at-Tazkiyya dan mereka telah mencapai sebuahkeadaan keberadaan yang peka (a subtle state of existence) di dunia ini. Makhluq umum (rata-rata) tidak dapat menyerap manfaíat dari orangBarzakh karena mereka tidak memiliki koneksi itu, dan karena itu tidakdapat menerima ilham (inspirasi) atau bimbingan dari Awliya yang telahpergi ke alam berikutnya, yang tidak lagi menggunakan kekuatan fisikmereka. Namun orang kebanyakan dapat menyerap manfaíat dari Awliya yangmasih hidup, karena mereka menyadari hidupnya melalui domain (wilayah)fisik. Sedemikian rupa, Awliya hidup dapat mencapai mereka (orang awam)pada kedua tataran fisik dan ruhaniah. Jika seseorang mencari jalan (kepada) Allah dalam cara manapun dariempat puluh satu tariqats, dan tidak mencapai tataran wali bertaraf tinggi,akan datang kepadanya perintah untuk menyelesaikan ëitikafnya itu di alamqubur. Jangka waktu ëitikaf tersebut bervariasi dari empat puluh hari sampai limaatau tujuh tahun, dan itu adalah 70,000 kali lebih sukar dibandingkanëitikaf di dunia ini. Seseorang yang telah menyelesaikan ëitikafnya di duniaini dan yang telah mencapai keadaan keberadaan yang peka (subtle state ofexistence) di sini di dunya ini, akan lebih tinggi level ruhaniahnyadibanding dengan mereka yang mencapainya saat dalam qubur. Mata air ketiga datang kepada kita jika kita tetap mematuhi perintahMurshid at-Tazkiyya, mengikuti bimbingan nya, mengikuti jejak langkahSayyidina Muhammad {σ}, melaksanakan awrad harian khusus yangditugaskan kepada kita, mempersembahkan dhikr-ullah dan semua shalatpada waktunya, menjalani semua sunnah Nabi. Ketika laku (amalan) dzahir(lahiriah) ini telah dicapai jantung kita mulai tergerak, seperti seseorangyang bernapas cepat. Jantung bergetar dan murid ìtersengat apiî. Pada tataran ini, mata air ke empat mendatanginya dan diamulai menerima barakah surgawi (langit), karena dia menerima darimalaikat pada mata air pertama dan kedua, dari Murshid at-Tazkiyya,mengikuti awrad dan sunnah, mengakibatkan turunnya Rahmat Allahkepadanya. Kini jantung mulai tergetar, dan mata air kelimamendatanginya. Setiap Kamis dan Senin, di dalam majelis (association) awliya-ullah, setiapMurshid secara ruhaniah mempersembahkan pengikutnya dan amal merekakepada Nabi Muhammad {σ}. Para murids yang jantungnya tergetarakandibawa ke hadhirat Nabi, dengan Murshid sekedar berkata, ìYa Sayyidi, iniadalah murid saya dari ummah mu. Dia mematuhi perintahmu dan mencariSirat al-Mustaqeem, mengikuti jejak kaki para Awliya.î Allah bersabda dalam al Qur`an: Pertama mereka beriman, kemudianmereka ingkar (kufra), kemudian mereka jatuh sempurna. Kufra disinibukan masuk kepada keadaan kufr, tetapi lebih kepada arti jatuh kepadadosa. Summa amanu disini berarti bahwa dia mulai melakukan amal bagus,dan kemudian mengikuti jejak Shaytan, kemudian jatuh sempurna. Dia adalah Muslim, namun masih jatuh kepada dosa. Pada titik ini, Murshidat-Tazkiyya berfokus mendalam kepada jantung para pengikutnya,mempersiapkan mereka dan membangun mereka agar supaya mereka tidakjatuh kepada perbuatan mungkar (mischief). Itulah sebabnya dia mempersembahakan mereka kepada Nabi {Σ} setiapKamis dan Senin dalam majlis Awliya, dalam mana Nabi memeriksa apayang masing-masing Murshid berhasil dengan diri para murid mereka. Jadijika Nabi {Σ} mengamati bahwa murid itu mengikuti sunnah nya,menjalankan cara-cara awliya-ullah, dia menjadi amat bahagia danmenerima amal murid itu dan mulai mengarahkan pandangannya kepadamurid itu. Dari kebahagiaan Nabi, feyd ñ suka cita Allah, Barakah, Cahaya Ilahi ñmulai mencapai murid itu. Itulah sebabnya Muslims mengatakan (dalamdoa), Unzur Alaina Ya Rusul-allah ìYa Rasul-allah, pandanglah kami,berilah kami sebuah pandangan, sebuah lirikan! Kami berada dibawahtajalli mu, dengarlah permintaan kami, du`a kami, karena kami memujimu,dan kami tenggelam dalam kesukaran yang kami minta engkaumengangkatnya.î Bila Nabi {Σ} suka cita dengan murid Shaykh itu, dia akan memandangorang itu, mengangkatnya, dan barakah Allah mendatangi murid itu. Ketikadia diangkat itu, jantung murid itu akan berdegup dalam ecstasy, berputar,berputar-melayang-bentuk-spiral dalam cinta Allah secara penuh. Kemudian Allah mengilhami murid itu untuk mencapai mata airke enam. Pada tataran ini, apabila murid itu mulai membaca al Qurían ñkalimat Allah yang berusia ribuan tahun ñ Allah Ι menugaskan sebuahtajalli untuk setiap huruf, kata dan ayat, yang secara diam-diam menujusasarannya, jantung murid itu, di mana (tajalli) itu memberikan efekperubahan. Tanpa tajalli itu tak ada perubahan. Seseorang dapat saja membaca al Qur`an siang malam, dan memberipenafsiran apa yang dibacanya sesuai dengan pemahaman terbatasnya,mendapatkan hikmah darinya, dan bahkan menjadi tercerahkan. Tetapiseseorang tidak dapat memiliki penglihatan (penampakan) kecuali tajalli itudatang bersamaan dengan bacaan, yang akan mendatangimu bila Nabibersuka cita atas kamu, yang menyebabkan Allah membuka tajalli itu.Setelah seseorang memasuki enam mata air dengan tataran yang berbedaini, Allah memperkenankan mereka untuk mencapai mata air ketujuh,melalui mana Dia membuka rahasia jati diri kelahiran mereka.
Mata Air Kesucian Nabi {Σ} berkata : Seorang bayi terlahir dalam kesucian (fitrah).Nabi {Σ} juga mengatakan bahwa jika pipa seorang abdi masih tersambungdengan asal-muasalnya, dengan sumber surgawinya, Allah membukabaginya ìSumber Kesucianî, fitrat al-Islam, mata air ketujuh. Saluran ini adalah seperti pipa plambing, air mengalir langsung dari sumberasalnya sampai keujung cabang pipa, yang menyambungkan murid itudengan alam al-arwah. Pipa itu masih tetap disana. Kebenaran khas kita datang dari sejati (dhat) kita, atom yang diciptakanAllah pada Hari Perjanjian, hari alastu bi rabbikum kalu bala, ketika Allahbertanya kepada setiap diri kita, ìBukankah Aku Rabb mu dan engkauadalah abdi Ku ?î dan kita menjawab, ìYa!î >Dari sejak itu, ibadullah,hamba Allah, telah berada dalam keadaan beribadah (worship) sampai ruhmereka mencapai rahim ibu mereka. Sejak hari itu setiap ruh tetap berada dalam keadaan beribadahberkesinambungan, tanpa henti. Pada peristiwa surgawi tersebut, Allahmenetapkan tugas bagi setiap ruh, dan malaikat yang (akan) membantumereka dalam ibadah mereka. Dalam keadaan peribadatan seperti itu, setiap ruh terlibat dalam peribadatanmurni kepada Rabb mereka, tanpa shirk. Allah boleh memilih untukmengangkat siapapun dan memberikan feyd Nya pada mereka. Dalam setiap saat, Allah memakaikan abdi Nya busana anwar al-nabi yangpertama kalinya memakaikannya kepada Nabi {Σ}, dan dari Nabi {Σ}kepada anbiya dan Awliya, dan dari Awliya siapapun yang lainnya. Persis sebagaimana Sayyidina Adam (a) dipakaikan busana oleh Allah diSurga, dalam setiap saat Allah memakaikan busana pada abdi Nya yangsedang berada di Hadhirat Ilahi Nya dengan 70,000 tajalli yang berbeda-beda. Surga adalah keberadaan yang selalu hidup, dimana tidak terdapat sakit danbahaya. Semua abdi Allah, semua ruh, tinggal di Surga sebelum merekadilahirkan ke dunia ini. Disana Allah memahkotai semua orang dengankeceriaan ilahi, dan dengan Sifat al-Jamal. Mereka secara sempurna murni berada dalam keceriaan itu, dan darikedalaman keadaan demikian itu mereka menginginkan cinta dankeindahan yang puncak, (yaitu) dari busana Sifat al-Jamal lillahi taíala.Setiap orang lahir ke dunya awalnya lahir di Surga. Ketika saatnya tiba, diamuncul ke dunya melalui rahim ibunya.Itulah sebabnya setiap bayi menangis ketika dilahirkan, oleh kesakitan dankejutan akibat berpisah dari hadhirat suci. Pada saat kelahiran ke dunia ini,semua bayi memanjatkan du`a, bermohon kepada Allah untukmembolehkan mereka untuk kembali ke tempat hadhirat suci itu. Beberapa bayi langsung meninggal begitu dilahirkan, karena Allahmenerima du`a mereka dan mengambil mereka kembali ! Tidak satupundatang ke dunya tertawa atau tersenyum; mereka menangis! Hanya Nabi{Σ} tidak menangis ketika dia datang ke dunya; dia langsung menyebutkanummati ummati, ìUmmatku, ummatku,î dan langsung bersujud (sajdah),memohon Allah untuk melindungi ummah nya. Sayyidina Isa (a) tidakmenangis ketika datang ke dunya; dia berkata, inni abdullah! Bayi menangis ketika dilahirkan, karena mereka takut kini mereka tergodakepada dosa dan tidak tahu harus berbuat apa. Nabi {Σ} berkata bahwaketika seorang bayi terlahir, orang tuanya lah yang membuat nya menjadiseorang Yahudi (Jew), seorang Nasrani (Christian) atau seorang pemuja api(Zoroastrian), padahal sesungguhnya dia sudah seorang Muslim, karena`ilm dan ibadah surgawi yang telah melekat padanya tidak dapatdigelapkan. Jadi jika bayi itu datang ke dunya dan mulai menyimpang dariapa yang dipelajari sebelumnya di Surga, dia menjadi terselubung terhadapkekuatan surgawi. Jika orang tuanya tidak mengamati (melaksanakan) tahap-tahap tuntunan (ritual) kemurnian dan peribadatan, jika mereka dikenalkan kepada kelakuan buruk yang berbeda-beda, dia akan terselubungdari Kebenaran Ilahi.Pada saat terlahir dia masih dapat melihat, dia masih memiliki kaitansemburat samar-samar dengan Surga, namun ketika dia telah terselubungipenampakan itu akan seluruhnya tertutup. Tetapi, dengan Rahmat Nya,Allah Ι mengawetkan (menyimpan) semua barakah dan cahaya yang terkaitdengan ibadah bayi itu di Surga! Jadi ketika dia mencapai usia wajib(dewasa), Allah mengembalikan kepadanya manfaíat dari semua ibadahnyayang dilakukan di kehidupan ruhaniah di Hadirat Ilahi. Boleh jadi orang itu berbuat dosa dan taubat, berdosa lagi dan bertaubatlagi, tetapi dia masih memiliki kredit ibadah yang dilakukan di alamsebelumnya itu. Itulah sebabnya jika seseorang dikembalikan kepada jantung (hati) mereka,mereka bahagia. Kadang-kadang engkau merasa begitu bahagia dan kamutidak tahu apa sebabnya. Tidak ada alasan atau penjelasan, bahagia begitusaja. Engkau merasa ringan, tanpa masalah. Allah ρ tahu engkau seorangabdi yang taat, dan Dia membuka lebih banyak untukmu dari HadiratSurgawi itu, yang mengisi jantungmu, maka kamu mendapati dirimu beradadalam keadaan puas. Tentang hal ini Allah Ι bersabda, ala bi dhikr-ullahitatmainnul qulub, ìDalam mengingat Allah, jantung (hati) menemukankepuasan, santai!î Raga manusia adalah sebuah bentuk fisik yang tunduk kepada hukum fisik.Dia itu padat dan gaya tarik bumi menariknya ke bawah, mengekangnya kebumi. Jika kita menggunakan contoh sebuah silinder metal yang diisidengan gas helium, awalnya silinder itu berat. Namun, dengan menggantiisi silinder itu yang tadinya metal dengan helium, silinder itu menjadiseperti balon yang diisi helium, yang akan mengangkatnya ke atas keatmosphere. Ketika Allah ρ memulihkan semua dhikr mu yang dilakukansebelumnya, itu akan mengisimu seperti halnya sebuah balloon helium,dan kamu merasa ringan. Ketika ibadah dan dhikr mu sebelum ini mengisipenjara ragamu dan Allah Ι melepaskan energi suci itu, itu akanmenyeimbangkan dirimu antara kedua dunia dan membuatmu bahagia.Dengan perintah Allah kepada Nabi {Σ}, dan dari Nabi {Σ} kepada awliya-ullah yang bertanggung jawab sebagai Murshid at-Tarbiyya mu, energi itudilepaskan. Itu mengangkat mu ke atas dan merubah sistem mu,membebaskanmu secara sempurna dari segala macam depressi, dan kamusantai. Engkau tersambung kembali dengan jati-dirimu sebelumnya, yangkarena (ulah) dirimu dan kegelapan dunya ini, (menyebabkan) kamu tidakdapat melihatnya, dan kamu akan mulai melihat sesuatu, yang orang laintidak dapat melihatnya. Mengikuti jejak Sayyidina Jalaluddin Rumi R, tariqat Mevlavimempraktekkan sebuah bentuk gerak berputar yang mendorong merekakepada keadaan santai (ecstasy) itu, ketika Allah Ι melepaskan tenaga suciitu kepada Nabi {Σ}, dan Nabi {Σ} melepasnya kepada awliya-ullah. Inilahyang dialami Sayyidina Jalaluddin Rumi. Ketika engkau ke atas,engkau tidak bergerak lurus - engkau berputar! Ketika helicopter itu naik baling-balingnya berputar, menimbul tenaga yangmengangkatnya lepas landas. Dia (penganut Jalaluddin Rumi) tidaklahsedang menari, dia berputar mengikuti energi itu yang membawanya keatas. 7 Springs Lecture : Secrets of Safa Marwa By Shaykh Hisham
Al-Kabbaniwww.nurmuhammad.com by As-Sayed Nurjan Mirahmadi 10Kebenaran tentang putaran adalah seperti elektron berputar mengelilingiinti (nucleus) atom. Ketika Allah melepaskan energi itu, Jalaluddin Rumiberputar mengelilingi jatidiri (essence) nya, diri sesungguhnya. Itumenghubungkan dirinya langsung kepada jati dirinya yang berada diHadhirat Ilahi (pada masa Hari Perjanjian), dan dia sangat terkejut denganapa yang dikaruniakan Allah kepadanya. Ketika Muslims melakukan hajj, kita melaksanakan thawaf seperti halnyaelektron mengelilingi (circumambulate) nucleus, berlawanan arah dengangerak jarum jam. Ini membuat kita berputar, agar supaya mengangkat kitake langit. Terdapat level thawaf spiritual yang lebih tinggi diatas semuaorang. Awliya-ullah membuat thawaf (spiritually) pas lebih tinggi darisemua orang, dan malaikat membuat thawaf di atas awliya-ullah, naiklangsung sejauh ke Baytul Maímur, sampai kepada Arsy. Segala sesuatu harus berputar mengelilingi jati dirinya. Jati diri atomterletak di nucleus. Electron itu mencerminkan energinya, bergerakmengelilingi pusat (essence). Kita harus berlutar mengelilingi jati diri kita.Jika kita dapat mengungkapkan jati diri dan energy kita, dan membuatenergy kita mengelilingi jati diri kita, pada saat itu kita dapat mengangkatraga kita ñ seperti halnya gas yang dimasukkan ke dalam balloon. Dalamtahap seperti itu kita dapat terbang.Ini adalah kekuatan ilmu mata air ketujuh : ìmata air kesucianî dari Islam,yang dianugerahkan Allah kepada setiap orang. Sebagai tambahan, Allah menghadiahi orang beriman dengan semuamanfaíat yang diperoleh orang tak-beriman melalui cahaya spiritual dariHari Perjanjian, sampai saat mereka (orang tak-beriman tadi) terlahir kedunya. Itulah sebabnya mengapa orang beriman terangkat naik begitu cepat.Sebagai contoh, jika kita katakan , ìIni terdapat 100 keping emas yang akandibagi diantara mereka yang membutuhkannya.î Jika seratus orangmemerlukan keping itu, setiap orang akan mendapat sekeping per orang.Jika hanya 10 orang yang memerlukannya, masing-masing akan mendapat10 keping, dan begitu seterusnya. Setiap orang yang beriman dan taatkepada Allah dan Nabi Nya Σ}, dan mengikuti pesan Ilahi dan Jalan(tariqat) Shaykh mereka, khususnya Murshid at-Tarbiyya, dia akanmewarisi barakah besar sekali yang dikaruniakan Allah kepada semuanyapada Hari Perjanjian, dan keuntungan (manfaíat) ibadah semua orang tak-beriman dari sejak Hari itu sampai mereka datang ke dunya. Selanjutnya, di waktu kini ketika korupsi begitu meluas, orang berimanmendapat lebih banyak lagi jatah manfaíat. Nabi {Σ} mengatakan, minahiya sunnati inda fasadi ummati falahu ajrun sabíeena shaheed aw miyashaheed, ìKetika semua orang meninggalkan sunnah ku, ketika korupsimelanda kaumku, Allah akan menganugerahkan kepada mereka yangmenghidupkan satu sunnah hadiahnya adalah pahala tujuh puluh atauseratus syuhada.î Ini meliputi rak`ats shalat sunnah, memakai cincin,memelihara jenggot, menggunakan miswak, dan sunnah Nabi {Σ} yangmana saja.Karena mereka ini tidak memenuhi janji mereka kepada Allah Ι untukberiman dan beribadah (menyembah) hanya kepada Nya saja, Allah telahmemilih untuk menyerahkan manfaíat ibadah (persembahan) mereka waktuyang lalu itu kepada mereka yang memenuhi janji yang telah diucapkanpada Hari Perjanjian tersebut. Itulah sebabnya ajr (pahala) menjadi meningkat pada hari-hari terakhir ini. Jadi ini adalah ringkasan dari mata air ketujuh, yang dapat dicapai melaluiputaran di sekitar jati diri kamu. Ketika feyd mendatangi mu, kamu akan mengalami setiap saat beradadalam keadaan keceriaan pekat (ecstasy) berkesinambungan, yang tidakberhenti sampai pada hari kamu meninggalkan dunia ini. Engkau akanmencapai tataran tentang mana Allah Ι bersabda, mutu kabla anta muítu,ìMatilah (kuasai ego mu) sebelum engkau mati.î Nabi {Σ} berkata , ìJika engkau ingin melihat seseorang yang meninggalsebelum dia mati, lihatlah kepada Abu Bakr as-Siddiq.î Itu artinyaSayyidina Abu Bakr (r) mampu menguasai ego nya dan musuh yangempat. Jadi ketika seseorang mengikuti jejak Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq, itu akan membawanya kepada Jalan Sayyidina Muhammad {σ},yang menuju kepada keadaan ecstasy, dimana dia berputar mengelilingijati dirinya dalam kecepatan sangat tinggi yang menyebabkan mereka naik !Apabila mereka naik, tak ada satupun yang dapat menghentikan merekauntuk naik lebih tinggi lagi. Seperti sebuah tornado: itu terus berputar sampai tidak terlihat lagi, karenaitu terangkat dari bumi. Pada tataran yang lebih tinggi ini seseorangmenciptakan sebuah lingkungan ideal yang tidak memiliki friksi, tiadakegelapan, tiada nafsu buruk, tiada dosa, dan tiada dunya. Dalam lingkungan demikian seseorang melanjutkan jalannya menujuHadhirat Ilahi yang Allah Ι ingin mereka mencapainya. Itulah sebabnyaawliya-ullah tidak mengejar dunya, karena bagi mereka, (dunia) itu tidakmemiliki nilai. Mereka tersibukkan dengan kesuka-citaan surgawi, keadaankesuka-citaan (ecstasy) berkesinambungan yang selalu meningkat setiapsaat, yang dalam lingkungan mereka mengecilkan dunya menjadi nihil. Banyak pihak yang mencela para dervishes (sebutan untuk para pengikutJalaluddin Rumi) yang duduk di sudut membaca dhikr-ullah, karenamereka itu tidak tahu kebahagiaan macam apa yang dialami para dervishesini! Jika satu berkas kecil cahaya saja yang terbuka dari Cahaya Ilahi yangmenyinari para dervishes, itu akan menenggelamkan seluruh isi dunya inikedalam ecstasy itu. Jadi buat apa para dervishes itu mau meninggalkan ecstasy itu untukdunya? Sasaran setiap muímin dan Muslim adalah berbuat ` amal baik,sehingga ketika dia berhadapan dengan Rabb nya di Hari Pengadilan, Allahsuka cita (ridho) dengan nya. Para dervishes ini sudah mencapai tataran itu! Semoga Allah mengampuni kita, dan menolong kita untuk mengerti Jalanpara awliya-ullah. Janganlah terpenjara di dalam diri kamu sendiri, terbelenggu kepada egomu dan empat musuh itu - nafs, dunya, hawa, Shaytan ñ jadilah manusiabebas ! Jika tidak kamu akan menjadi pecundang pada Hari Pengadilan.Janganlah meminta untuk menjadi yatim ! Dalam seluruh kehidupanmereka, yatim mengalami nar al-hasra, api yang membakar dari dalam,yang disebabkan oleh sebuah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Jangalah kehilangan ayah pertamamu, yaitu Murshid mu! Jangan menjadiseorang yatim tanpa seorang Murshid ! Temukan pembimbing mu !Temukan Murshid at-Tarbiyya, yang dapat mengangkat mu ke atas. Janganmembuat kesalahan dengan berpikir bahwa kamu tidak memerlukanseorangpun, bahwa kamu dapat melanjutkan jalan langsung tanpa seorangpembimbing.Pertahankan ayah spiritual yang membimbingmu kepada Allah. Murshidat-Tarbiyya akan membuatmu bahagia di kehidupan ini dan di Akhirat,menarikmu ke tataran ilahiah mu melalui bimbingannya. Jika engkau mengikuti petunjuknya, engkau akan menarik (menyedot) feydal-ilahi, pengeja-wantahan barakah Allah. Wa min Allah at-Tawfiq. Dankeberhasilan (kemenangan) adalah dengan (bersama) Allah Ι.´ Bihurmat al habeeb wa bi hurmat al-Fatiha. Demi kehormatan yangterkasih, kami membaca Surat Pembuka al Qur`an.